/ Program pendidikan akademi kebidanan wijaya husada

Program Pendidikan Akademi Kebidanan Wijaya Husada

Akademi Kebidanan Wijaya Husada memiliki kebijakan dan pedoman penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang ditetapkan melalui SK Direktur No. 041/AKBID/YWH/VII/2024 tentang Kebijakan Kurikulum berbasis OBE, dan SK Direktur No. 058/AKBID/YWH/VII/2024 tentang Pedoman Penyusunan, Pelaksanaan dan Evaluasi Kurikulum berbasis OBE. Akbid Wijaya Husada menyelenggarakan kurikulum yang disusun, dilaksanakan, dan dievaluasi dengan mempertimbangkan kebutuhan dunia kerja, perkembangan DUDIK, serta masukan pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal. Implementasi kebijakan kurikulum tersebut mencakup delapan aspek utama sebagai berikut:

1. Outcome-Based Education (OBE)

Kurikulum program studi disusun dan dikembangkan berdasarkan pendekatan Outcome-Based Education OBE dengan menempatkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai pusat pengembangan kurikulum dalam keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penetapan CPL mengacu pada SN-Dikti (Permendikbud Nomor 53 Tahun 2023), KKNI Level 5 Program Diploma Tiga Kebidanan, serta kebutuhan kompetensi lulusan di sektor pelayanan kesehatan. CPL diturunkan ke dalam CPMK, metode pembelajaran, dan sistem asesmen yang selaras dan terukur. Penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan dosen, unit akademik, alumni, pengguna lulusan, serta mitra praktik klinik. Penyusunan kurikulum OBE disesuaikan dengan kebutuhan pelaksanaan jabatan pada instansi pemerintah atau pekerjaan pada industri tertentu, melibatkan stakeholder.

2. Pemenuhan SDM dan Kompetensi Masa Kini serta Masa Depan.

Kurikulum dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan masa kini dan masa depan. Mahasiswa dibekali keterampilan praktik kebidanan yang kuat, mampu mengikuti perkembangan teknologi di bidang kesehatan, serta siap terjun langsung ke dunia kerja setelah lulus. Untuk mendukung hal tersebut, penguatan kompetensi dilakukan melalui praktik klinik secara bertahap dan terencana, serta berbagai pelatihan keterampilan tambahan, seperti senam hamil, baby spa, pijat bayi, dan yoga kehamilan. Kegiatan ini membantu mahasiswa menguasai keterampilan yang dibutuhkan di lapangan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam memberikan pelayanan kebidanan.

3. Integrasi Perkembangan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kesehatan (DUDIK)

Kurikulum terintegrasi dengan DUDIK melalui kerja sama dengan rumah sakit, puskesmas, dan Bidan Praktik Mandiri (BPM). Kerja sama ini mencakup penyelarasan kurikulum, identifikasi kebutuhan kompetensi, serta evaluasi relevansi capaian pembelajaran secara berkala bersama pengguna lulusan. Implementasi integrasi dilakukan melalui penyediaan wahana praktik klinik yang terstandar, program Teaching Industry, kuliah tamu praktisi, kunjungan lapangan, serta pelibatan mitra dalam proses pembimbingan dan penilaian praktik. Mekanisme ini memastikan ketercapaian CPL yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

4. Penguatan Jiwa Kewirausahaan (Entrepreneurship) Lulusan

Penguatan jiwa kewirausahaan diintegrasikan secara sistematis dalam kurikulum melalui mata kuliah Kewirausahaan Kebidanan dan pembelajaran praktik berbasis proyek (project-based learning). Materi dan praktik mencakup perencanaan usaha, manajemen layanan, analisis kelayakan, pemasaran jasa kesehatan, serta pengelolaan layanan baby care, baby spa, senam hamil dan bayi, serta edukasi kesehatan ibu dan anak.

5. Penerapan Pembelajaran Sistem Ganda (Dual System)

Model dual system diterapkan melalui pembelajaran di kampus (teori, praktikum laboratorium, dan simulasi kasus) serta pembelajaran di DUDIK melalui praktik klinik terstruktur yang dilaksanakan berdasarkan panduan dan logbook kompetensi yang standar, dengan supervisi dosen dan pembimbing lapangan untuk menjamin ketercapaian CPMK dan CPL. Penerapan Teaching Factory/Teaching Industry mendukung pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning), melalui keterlibatan mahasiswa dalam layanan kebidanan sesuai standar operasional prosedur.

6. Integrasi Pendidikan Antikorupsi

Pendidikan antikorupsi diintegrasikan ke dalam Mata Kuliah Kewarganegaraan melalui penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan integritas dan etika profesi yang terstruktur dalam capaian pembelajaran mata kuliah. Materi disampaikan melalui studi kasus, diskusi reflektif, dan penugasan berbasis analisis etik untuk memastikan pemahaman konseptual dan sikap antikorupsi mahasiswa.

7. Program Magang di DUDIK

Magang merupakan komponen wajib dalam kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang terintegrasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri/Dunia Kerja (DUDI/DUDIK). Penempatan Mahasiswa dilakukan di puskesmas, klinik, dan BPM mitra berdasarkan kriteria wahana praktik yang memenuhi standar pelayanan dan keselamatan pasien, dengan supervisi terstruktur.

8. Pemenuhan Beban Belajar di Luar Program Studi (Magang)

Akademi Kebidanan Wijaya Husada melaksanakan pemenuhan beban belajar di luar Program Studi (PS) melalui implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam bentuk kegiatan magang. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di dunia kerja yang relevan dengan bidang kebidanan, sehingga mendukung pencapaian capaian pembelajaran lulusan serta peningkatan kompetensi profesional.

 

Berita Terkini

Mahasiswa AKBID Wijaya Husada Raih Juara II Health Brain Battle TERAS Student 2024
26 01 2026 ADMIN
Selengkapnya
Mahasiswa AKBID Wijaya Husada Raih Juara II Lomba Skill Lab Kebidanan TERAS Student 2024
26 01 2026 ADMIN
Selengkapnya
Akademi Kebidanan Wijaya Husada Menghadiri Anugerah Diktisaintek 2025
15 01 2026 ADMIN
Selengkapnya

AKADEMI KEBIDANAN WIJAYA HUSADA

© 2026 Akademi Kebidanan Wijaya Husada. All rights reserved. Designed by AKBID WH Team